Tampilkan postingan dengan label masih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masih. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Desember 2013

PULAU BAWEAN MASIH TERPINGGIR


Pulau Bawean terbagi dua kecamatan, yaitu kecamatan Sangkapura dan kecamatan Tambak. Diantara dua kecamatan, mana lebih maju?

Suropadi sebagai Camat Tambak dihubungi Media Bawean menyatakan perbandingan antara kecamatan Tambak dengan Sangkapura, ibarat bayi masih merangkak sedangkan kecamatan Sangkapura sudah berlari.

"Sebelum pemerintahan Sambari - Qosim, fakta berbicara bila pemerintah daerah lebih memperioritaskan kecamatan Sangkapura dibandingkan kecamatan Tambak, seperti pembangunan jalan lingkar Bawean,"katanya.

"Kita optimis kedepan akan berimbang, apalagi setelah lapangan terbang sudah beroperasi tentunya membawa kemajuan lebih baik,"ujar Suropadi.

Sekcam Sangkapura, Imam Subekti menilai sama saja, kelebihan dan kekurangannya itu dimana-mana pasti ada. Kecamatan Sangkapura, walaupun ada di kepulauan terpencil dalam lomba desa kemarin ternyata mampu sebagai juara 2 tingkat Kabupaten Gresik. Yaitu desa Kotakusuma, berarti bagus kan, keberhasilan Camat Sangkapura dalam melakukan pembinaan ke desa-desa bersama stafnya.

Yahya Zaini menyatakan lebih maju Sangkapura, karena dari dulu perhatian pemerintah lebih besar. Lihat saja dari struktur dan fasilitas pemerintahan lebih banyak di Sangkapura. Sejak zaman Belanda, Sangkapura sudah dijadikan pusat Bawean, tata ruang kota Sangkapura lebih rapi dari Tambak.

Budayawan Bawean, M. Natsir Abrari menilai itu relatif, tergantung dari sudut pandang mana untuk menilai. Secara infratruktur tentu lebih maju Sangkapura, selain letrak geografis lebih dekat ke ibu kota Kabupaten Gresik, juga luas wilayah dan jumlah desa lebih banyak dibandingkan kecamatan Tambak.

Wardy Azzahury asal Kepuhteluk mengungkapkan lebih maju Sangkapura, karena pelabuhan sebagai gerbang keluar masuk Pulau Bawean ada di Sangkapura. Hampir semua alat penunjang aministrasi negara letaknya di Sangkapura, seperti Samsat, Metorologi dan lain-lain. Perhatian pemerintah lebih condong memperhatikan Sangkapura, mungkin setelah lapangan terbang sudah bergfungsi, kecamatan Tambak bisa mengejar kemajuan kecamatan Sangkapura. (bst)

Rabu, 18 Desember 2013

Umur 100 Tahun Pria India Ini Masih Tetap Kuat



Tidak banyak yang mengenal nama Manohar Aich. Namun pria India ini dahulunya sempat dikenal sebagai pemenang kompetisi binaraga dunia Mr Universe. Meski sudah berusia 100 tahun, Aich masih tetap kuat.

Menurutnya, hidup dalam kebahagiaan dan tanpa ketegangan adalah kunci untuk umurnya yang panjang. Pria yang pernah menjadi tahanan di penjara itu tidak merokok dan tidak pernah menyentuh alkohol.

Dia juga melakukan diet yang sederhana dari susu, buah dan sayuran bersama dengan nasi, kacang dan ikan yang telah membuatnya sehat. Semua anak, cucu dan cicitnya berkumpul untuk merayakan hari ulang tahunnya.

Selain itu juga hadir Imam Hindu untuk memberikan doa kepada pria yang merupakan pemenang Mr Universe tahun 1952 itu.

Aich yang terlihat masih memiliki otot-otot dalam tubuhnya tampak menebar senyuman dengan giginya yang ompong. dirinya selalu berusaha tetap senang dalam menghadapi banyak rintangan dan kesulitan ekonomi keluarganya dengan tujuan untuk mencapai kemuliaan.

"Saya harus berjuang untuk mendapatkan uang setiap hari sejak saya muda. Tapi apa pun situasinya, saya tetap senang," kata Aich, seperti dikutip dari The Telegraph, Senin (19/3/2012).

Aich lahir di kota kecil Comilla di Bengal. Pada tahun 1942 dia bergabung dengan Angkatan Udara Kerajaan Inggris di bawah penguasa India kolonial dan di sanalah ia mulai berolahraga dan membentuk otot-otot tubuhnya. Alhasil, dia mendapat pujian atas fisiknya dari rekan-rekannya di angkatan udara.

Beberapa tahun kemudian, dia dimasukkan ke dalam penjara ketika ia memprotes penindasan yang dilakukan oleh penjajah.

"Di penjara saya mulai latihan beban dengan serius tanpa peralatan apapun, kadang-kadang selama 12 jam dalam sehari. Ini membantu saya mempersiapkan diri untuk kejuaraan dunia," kenangnya.

Kemerdekaan India pada tahun 1947 membuat dirinya lepas dari penjara. dirudung oleh kemiskinan, Aich dan istrinya beserta keempat anak mereka berusaha untuk bertahan hidup.

Enam dekade kemudian, Aich membantu anak-anaknya menjalankan sebuah pusat olahraga dan kebugaran. Kegiatan sehari-harinya dihabiskan untuk membimbing remaja agar mendapat bentuk tubuh yang diinginkan.

Namun, stroke ringan yang menyerangnya tahun lalu melarangnya untuk tidak mengangkat beban-beban yang berat. Walaupun begitu, dia terus melakukan pengawasan yang ketat kepada binaragawan muda di tempat pelatihannya.

Sayangnya selama ini Aich mengaku bahwa dia tidak pernah memiliki kesempatan untuk bertemu rekannya sesama pemenang Mr Universe yang lebih terkenal, yakni Arnold Schwarzenegger.




Selasa, 26 November 2013

Kisah Pilu Gao Meiyun Nenek 70 Tahun Masih Menjadi Pengantar Air


Seorang wanita renta dengan berat badan hanya sekitar 37,5 Kg, usianya sudah 70 tahun yang tinggal di Distrik Shijingshan Beijing mungkin menjadi wanita tertua sebagai pengantar air di kota tersebut. Gao Meiyun sejak 2006 bekerja sepanjang hari mulai pukul 06.00 hingga jam 22.00. Setiap hari ia mengatar sekitar seratus galon air minum ukuran 20 kg ke berbagai apartemen dan banyak perkantoran di Beijing bagian Barat. Hal ini diberitakan oleh salah satu artikel di China Foto Press.

Gao Meiyun yang sudah hidup sebagai janda tinggal bersama dengan anaknya yang lumpuh dan cucu yang cacat mental. Cucunya mengalami kecelakaan lalu lintas pada tahun 2008. Kadua kakinya harus dioperasi. Gao harus berhutang kepada orang-orang di sekitarnya untuk membayar biaya pengobatan cucunya tersebut. Namun, hutang yang sudah sedemikian banyak masih kurang untuk menyelesaikan pembayaran pengobatan anaknya.

Mereka bertiga tinggal dalam kamar sempit ukuran 20 m2 tanpa pengatur udara namun justru dipenuhi dengan botol air mineral di setiap sudut ruangan. Uang yang ia peroleh sebagai pengantar air mineral dalam galon menjadi satu-satunya penghasilan untuk hidup sehari-hari sekaligus untuk membiayai pengobatan anaknya.

Gao Meiyun menjadi sangat terkenal di masyarakat karena hampir tidak ada orang seusianya yang bekerja berat serta membutuhkan ketahanan fisik seperti itu. Namun, sejauh para pelanggan memerlukannya, Gao setiap saat pasti siap mengantarkan pesanan air minum galon tanpa memperdulikan cuaca. Tertatih-tatih ia menaiki satu persatu anak tangga menuju ke tempat pemesannya. Ia juga mengatakan bahwa keluarganya adalah motivasi untuk melanjutkan pekerjaan beratnya.


Gao Meiyun yakin bahwa suatu ketika anaknya akan menggantikan usahanya. Namun, kenyataan, anaknya tidak mampu melakukan hal itu karena masalah kesehatan yang ia derita. Sayangnya, Gao Meiyun sendiri sekarang mengalami gangguan kesehatan. Ia menderita batuk yang cukup parah. Tubuhnya juga menjadi bongkok karena bertahun-tahun mengangkat ratusan botol air mineral yang sedemikian berat.

Akhir-akhir ini ada beberapa sukarelawan yang membantunya setiap hari Rabu. Ada para donatur yang membantu keuangannya pula. Disebutkan dalam salah satu sumber, sejak berita ini muncul di surat kabar dana yang telah diterima Gao Meiyun sebesar 100.000 yuan ($ 15,016,59). Setiap bulan pemerintah juga telah memberikan bantuan sebesar 3.000 yuan ($ 450,50) yang hanya cukup untuk biaya hidup namun bukan biaya pengobatan. Sekolah tempat cucunya belajar juga telah memberikan bea siswa secara penuh alias gratis.

Apakah hikmah yang dapat dipetik dari kisah nyata ini?

Pertama adalah rasa syukur dengan kondisi hidup kita saat ini, masih banyak orang diluar sana yang lebih susah hidupnya dari pada kita, yang kedua adalah seseorang hendaknya memiliki kemampuan menerima kenyataan sebagaimana adanya. Jangan mengeluh pada segala kesulitan yang dihadapi. Segala cara harus diupayakan agar semangat hidup selalu berkobar. Ubah pola pikir agar menjadi lebih positif. Jalani kehidupan dengan kesadaran setiap saat. Kebahagiaan dalam batin akan dapat dirasakan.


Sumber: http://kotakhitamdunia.blogspot.com/2011/11/kisah-pilu-gao-meiyun-nenek-70-tahun.html